Gaji seadanya membuat kita seringkali mesti memutar otak menggunakannya supaya mampu memenuhi semua kebutuhan. Misal, beli barang second, belanja pas sale, pakai kupon. Tapi, ada juga cara supaya memaksakan diri 'menderita' dan tetap merasa kaya. Seperti:
Manjakan diri sendiri sesekali
Merasa kaya dengan gaji pas-pasan bisa dengan cara sederhana: cari kesenangan kecil bagi diri sendiri. Tidak perlu mahal. Menikmati kopi favorit di coffee shop hanya saat weekend, relaksasi pas weekend cukup dengan membeli alat pijat—bisa digunakan berulang kali, atau menyaksikan film dari DVD sambil menikmati makanan favorit apapun jenisnya. Kemewahan kecil sebagai bentuk penghargaan pada kerja keras membuat Anda bakal terus termotivasi bekerja.
Barter
Dapatkan yang Anda inginkan tanpa menggunakan uang. Pikirkan keahlian, jasa, atau barang yang bisa ditukarkan dengan orang lain. Anda pandai mengutak-atik komputer? Tawarkan jasa memperbaiki komputer pada kolega untuk ditukar dengan, misal, belajar desain grafis dari orang tersebut. Baju-baju Anda yang masih bagus tapi tidak terpakai coba ditukar dengan teman-teman Anda. Barter merupakan cara mencari solusi inovatif yang menguntungkan semua pihak.
Jauhi bunga (utang)
Tak ada yang menguras pendapatan pas-pasan lebih cepat dibanding bunga utang. Hindari berutang banyak dengan kartu kredit atau pinjaman lain betapa pun menggodanya. Bunga-bunga utang bisa mengubah bujet pas-pasan Anda menjadi sumber utang sehingga menimbulkan perasaan lebih miskin dari biasanya.
Simpan yang Anda bisa simpan
Menabung tidak mesti memiliki uang ratusan juta baru bisa disimpan. Bila belum bisa dalam jumlah besar, tidak masalah jumlahnya kecil. Yang penting, Anda konsisten menabung dan tidak tergoda menggunakan tabungan Anda dengan alasan apapun--terutama alasan bisa diganti nanti.
Minimalkan terpaan iklan
Iklan-iklan atau komersial ada disekeliling Anda setiap saat kemana pun Anda pergi. Mereka 'selalu' mengoreksi dan membuat seakan-akan Anda tidak sempurna. Gigi kurang putih, ponsel kurang smart, dan mood kurang bahagia? Nah, dari gaji Anda, pikirkan lagi apakah bisa mengoreksi semua ketidaksempurnaan Anda dengan hal-hal yang diiklankan?
Jawabannya, tidak. Untuk menghindari pengiklan mempengaruhi Anda, saring lagi tontonan TV Anda, jangan jadikan mall sebagai pusat kehidupan sosial, serta cari pengganti shopping dengan kegiatan yang lebih mengasyikkan bersama teman atau keluarga. (MEI/FOTO:FOTOSEARCH)
Merasa kaya dengan gaji pas-pasan bisa dengan cara sederhana: cari kesenangan kecil bagi diri sendiri. Tidak perlu mahal. Menikmati kopi favorit di coffee shop hanya saat weekend, relaksasi pas weekend cukup dengan membeli alat pijat—bisa digunakan berulang kali, atau menyaksikan film dari DVD sambil menikmati makanan favorit apapun jenisnya. Kemewahan kecil sebagai bentuk penghargaan pada kerja keras membuat Anda bakal terus termotivasi bekerja.
Barter
Dapatkan yang Anda inginkan tanpa menggunakan uang. Pikirkan keahlian, jasa, atau barang yang bisa ditukarkan dengan orang lain. Anda pandai mengutak-atik komputer? Tawarkan jasa memperbaiki komputer pada kolega untuk ditukar dengan, misal, belajar desain grafis dari orang tersebut. Baju-baju Anda yang masih bagus tapi tidak terpakai coba ditukar dengan teman-teman Anda. Barter merupakan cara mencari solusi inovatif yang menguntungkan semua pihak.
Jauhi bunga (utang)
Tak ada yang menguras pendapatan pas-pasan lebih cepat dibanding bunga utang. Hindari berutang banyak dengan kartu kredit atau pinjaman lain betapa pun menggodanya. Bunga-bunga utang bisa mengubah bujet pas-pasan Anda menjadi sumber utang sehingga menimbulkan perasaan lebih miskin dari biasanya.
Simpan yang Anda bisa simpan
Menabung tidak mesti memiliki uang ratusan juta baru bisa disimpan. Bila belum bisa dalam jumlah besar, tidak masalah jumlahnya kecil. Yang penting, Anda konsisten menabung dan tidak tergoda menggunakan tabungan Anda dengan alasan apapun--terutama alasan bisa diganti nanti.
Minimalkan terpaan iklan
Iklan-iklan atau komersial ada disekeliling Anda setiap saat kemana pun Anda pergi. Mereka 'selalu' mengoreksi dan membuat seakan-akan Anda tidak sempurna. Gigi kurang putih, ponsel kurang smart, dan mood kurang bahagia? Nah, dari gaji Anda, pikirkan lagi apakah bisa mengoreksi semua ketidaksempurnaan Anda dengan hal-hal yang diiklankan?
Jawabannya, tidak. Untuk menghindari pengiklan mempengaruhi Anda, saring lagi tontonan TV Anda, jangan jadikan mall sebagai pusat kehidupan sosial, serta cari pengganti shopping dengan kegiatan yang lebih mengasyikkan bersama teman atau keluarga. (MEI/FOTO:FOTOSEARCH)


